Wulan
adalah anak yang baik dan sopan, karena itu ia disegani banyak orang. Hari itu,
ia membantu ibunya memasak di dapur untuk berbuka puasa. Bukan puasa Ramadhan,
tetapi berpuasa Arafah, yaitu berpuasa satu hari sebelum Idul Adha.
“ Bu, Wulan boleh tidak melihat kambing dan sapi yang akan di
sembelih esok?” tanya Wulan.
“ Boleh kok Wulan, tapi nanti jangan lama-lama ya. Oh iya, boleh
tidak ibu titip kamu beli tahu?” jawab ibu.
“ Boleh-boleh saja kok bu. Tapi bu, bukannya tukang sayur tidak
jualan sore-sore begini?” Wulan mengernyitkan dahi.
“ Memang tidak ada Wulan, kan bisa beli di toko Bu Sari,” ucap Ibu
Wulan. Wulan cengar-cengir.
“ Ya sudah, Wulan berangkat dulu ya, Assalamu’alaikum..” pamit
Wulan.
“ Wa’alaikumsalam warahmatullah..”
_______________________________
Akhirnya,
hari Idul Adha yang di tunggu tiba. Wulan segera memakai baju terbaiknya,dan
berangkat ke lapangan. Suara gema takbir berkumandang menyambut hari yang
sangat istimewa bagi kaum muslimin.
Setelah melaksanakan Sholat Idul Adha, Wulan segera merapikan
mukena dan pulang ke rumahnya. Ia meminta ijin untuk pergi melihat hewan Qurban
yang akan di sembelih.
“ Ibu, Wulan mau lihat hewan yang mau di sembelih ya,” pamit
Wulan.
“ Iya nak, hati-hati!”
“ Assalamu’alaikum!”
“ Wa’alaikumussalam warahmatullah..”
Ketika sudah di sembelih, ia melihat pemotongan daging. Pak Umam,
membagikan daging kepada orang-orang.
“ Wulan, ini untukmu, bawalah pulang!” ucap Pak Umam.
“ Alhamdulillah, terima kasih pak.. Kalau begitu saya pamit pulang
dulu, Assalamu’alaikum!” Wulan sangat senang sekali.
“ Ya Wa’alaikumussalam..” jawab Pak Umam.
Ketika keluar, ia melihat seorang nenek dan cucunya yang sepertinya
kelaparan, bajunya compang-camping dan kusam. Lalu, ia merasa iba dan mendekati
nenek tersebut.
“ Assalamu’alaikum nek..” salam Wulan.
“ Wa’alaikumussalam nak,”
“ Nek, nenek lapar? Kalau mau ambillah nek, daging ini untuk makan
nenek dan cucu nenek!” Wulan menyodorkan bungkusan daging tersebut.
“ Tapi nak, tak usah.. nanti kau di marahi oleh orang tuamu..”
ucap nenek tersebut.
“ Tidak nek, tak apa.. Insya Allah ibu adalah orang yang ikhlas
dan baik, jadi Wulan juga ikhlas kok. Toh ini hanya lebihan sedikit, jadi nanti
dapat daging lagi. Tapi maaf ya nek, hanya sedikit..” kata Wulan.
“ Tak apa nak. Terima Kasih, nenek berdo’a semoga Allah SWT membalas
semua kebaikan dan ketulusan hatimu nak.. Amiiin... Kalau begitu, Nenek pergi
dulu.. Assalamu’alaikum!” pamit nenek tersebut.
“ Amiiiiin...Wa’alaikumsalam! Hati-hati ya nek..” Wulan
melambaikan tangannya.
Akhirnya, Wulan segera pulang dan menceritakan kejadian tadi pada
ibunya. Lalu, ibunya berkata,
“ Wulan.. kau telah melakukan hal yang baik hari ini, yaitu
berbagi pada orang yang tak mampu, Insya Allah kau akan mendapatkan balasan
yang lebih baik.. Amiiiiiin..” ucap ibu Wulan.
“ Amiiiin......” dalam hati, ia berkata Alhamdulillah, aku
telah melakukan kegiatan yang membuat senang orang lain, ternyata berbagi itu
indah.. terima kasih Ya Allah.. Wulan bersyukur.. sekali karena telah
Berbagi kepada orang lain.
Hai!!
BalasHapusDiva.. udah bagus sih, cuma banyak kata-kata yang masih aneh, sipebraiki ya.. itu aja yg lainnya bagus!
BalasHapusFarah Intan : hallo juga..
BalasHapusAisyah Annisah : Makasih ya kritikannya.. moga berguna buatku.. :)
Kapan-kapan, buat kritik lagi ya.. kalau aku nge-post cerita :)
BalasHapus