Halaman

Jumat, 22 Juni 2012

D-I-V-A

♛♛♛----♛---♛--------♛------♛
♛----♛---♛----♛------♛----♛---
♛-----♛--♛-----♛----♛----♛♛♛♛
♛----♛---♛------♛--♛----♛--------♛
♛♛♛----♛---------♛-----♛-----------♛
Ini buatanku sendiri looh ;)

Minggu, 17 Juni 2012

Indahnya Berbagi Saat Idul Adha




Wulan adalah anak yang baik dan sopan, karena itu ia disegani banyak orang. Hari itu, ia membantu ibunya memasak di dapur untuk berbuka puasa. Bukan puasa Ramadhan, tetapi berpuasa Arafah, yaitu berpuasa satu hari sebelum Idul Adha.
“ Bu, Wulan boleh tidak melihat kambing dan sapi yang akan di sembelih esok?” tanya Wulan.
“ Boleh kok Wulan, tapi nanti jangan lama-lama ya. Oh iya, boleh tidak ibu titip kamu beli tahu?” jawab ibu.
“ Boleh-boleh saja kok bu. Tapi bu, bukannya tukang sayur tidak jualan sore-sore begini?” Wulan mengernyitkan dahi.
“ Memang tidak ada Wulan, kan bisa beli di toko Bu Sari,” ucap Ibu Wulan. Wulan cengar-cengir.
“ Ya sudah, Wulan berangkat dulu ya, Assalamu’alaikum..” pamit Wulan.
“ Wa’alaikumsalam warahmatullah..”
_______________________________

Akhirnya, hari Idul Adha yang di tunggu tiba. Wulan segera memakai baju terbaiknya,dan berangkat ke lapangan. Suara gema takbir berkumandang menyambut hari yang sangat istimewa bagi kaum muslimin.
Setelah melaksanakan Sholat Idul Adha, Wulan segera merapikan mukena dan pulang ke rumahnya. Ia meminta ijin untuk pergi melihat hewan Qurban yang akan di sembelih.
“ Ibu, Wulan mau lihat hewan yang mau di sembelih ya,” pamit Wulan.
“ Iya nak, hati-hati!”
“ Assalamu’alaikum!”
“ Wa’alaikumussalam warahmatullah..”
Ketika sudah di sembelih, ia melihat pemotongan daging. Pak Umam, membagikan daging kepada orang-orang.
“ Wulan, ini untukmu, bawalah pulang!” ucap Pak Umam.
“ Alhamdulillah, terima kasih pak.. Kalau begitu saya pamit pulang dulu, Assalamu’alaikum!” Wulan sangat senang sekali.
“ Ya Wa’alaikumussalam..” jawab Pak Umam.
Ketika keluar, ia melihat seorang nenek dan cucunya yang sepertinya kelaparan, bajunya compang-camping dan kusam. Lalu, ia merasa iba dan mendekati nenek tersebut.
“ Assalamu’alaikum nek..” salam Wulan.
“ Wa’alaikumussalam nak,”
“ Nek, nenek lapar? Kalau mau ambillah nek, daging ini untuk makan nenek dan cucu nenek!” Wulan menyodorkan bungkusan daging tersebut.
“ Tapi nak, tak usah.. nanti kau di marahi oleh orang tuamu..” ucap nenek tersebut.
“ Tidak nek, tak apa.. Insya Allah ibu adalah orang yang ikhlas dan baik, jadi Wulan juga ikhlas kok. Toh ini hanya lebihan sedikit, jadi nanti dapat daging lagi. Tapi maaf ya nek, hanya sedikit..” kata Wulan.
“ Tak apa nak. Terima Kasih, nenek berdo’a semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dan ketulusan hatimu nak.. Amiiin... Kalau begitu, Nenek pergi dulu.. Assalamu’alaikum!” pamit nenek tersebut.
“ Amiiiiin...Wa’alaikumsalam! Hati-hati ya nek..” Wulan melambaikan tangannya.
Akhirnya, Wulan segera pulang dan menceritakan kejadian tadi pada ibunya. Lalu, ibunya berkata,
“ Wulan.. kau telah melakukan hal yang baik hari ini, yaitu berbagi pada orang yang tak mampu, Insya Allah kau akan mendapatkan balasan yang lebih baik.. Amiiiiiin..” ucap ibu Wulan.
“ Amiiiin......” dalam hati, ia berkata Alhamdulillah, aku telah melakukan kegiatan yang membuat senang orang lain, ternyata berbagi itu indah.. terima kasih Ya Allah.. Wulan bersyukur.. sekali karena telah Berbagi kepada orang lain.

Sabtu, 16 Juni 2012

Kembang Api Yang Menghebohkan


Pagi itu hari Rabu, 16 November 2011. Aku sedang mengobrol dengan temanku, Shafira. Tiba-tiba, temanku yang baru datang berkata,
“ Hey! Tadi ada kembang api lo..di bawah!!” Ucapnya berteriak, agak mengagetkan kami semua. Perasaan, tidak ada yang menyalakan kembang api deh masa pagi-pagi gini nyalain kembang api, ucapku dalam hati. Tetapi, kami masih saja melanjutkan obrolan kami. Aku ingin keluar, tetapi aku melihat para teman-temanku sedang berkata “ Bau!” sambil menutup hidung mereka. Aku semakin penasaran. Sebenarnya ada apa sih.. aku segera keluar. Uhuuk..Uhuuk!!! aku terbatuk-batuk. Memang, bau dan seperti bau kebakaran. Lalu aku melihat ke bawah. Ya ampun.. banyak sekali teman-temanku, adik kelasku dan ustadz-ustadzahku berkumpul di bawah. Aku melihat ke sumber kejadian. O la..la.. ternyata ada meteran listrik yang terbakar. Meteran tersebut sudah berwarna gosong. Aku langsung menuju ke bawah. Aku mengobrol sebentar dengan Mbak Sofi, kakak kelasku.
Njebluk ( mati )ya mbak? Pantesan kata temenku ada kembang api!” tanyaku.
“ Iya! Emang tadi tuh.. kayak ada kembang api gitu.. nyembur-nyembur!!” katanya.
“ Ooh..”
Terlihat, Ustadz Budi sedang berusaha memadamkan api. Yang aku lihat Ustadz Tri, Ustadz Anis dan Ustadz Yusuf sedang menelpon PLN. Tetapi, tidak bisa. Akhirnya, ada salah seorang wali murid membuka tutup meteran listrik tersebut, terlihat api yang berkobar. Wali murid itu segera menyiramkan air, dan api itu padam. Alhamdulillah.. ucapku dalam hati. Terlihat, para teman-temanku dan adik kelasku segera bubar dan kembali ke kelasnya masing-masing, atau ke Perpustakaan.